Kampus

Buku Juga Bisa Jadi Alat Hedonisme

img_3866

Penjelasan hedonisme dari Ahmad Sultoni (Foto: Putri Yuniarti)

“Apabila membeli handphone bisa lebih tahu banyak informasi, apakah itu termasuk perilaku hedonisme?” Itulah salah satu pertanyaan yang diajukan saat sesi tanya jawab yang di pandu oleh Endang Dwijayanti pada Sabtu (4/3).

Ahmad Sultoni sebagai narasumber Seminar Nasional dan Launching Majalah LPM Dinamika, memberikan penjelasan penggunaan handphone bisa memberikan dampak positif dan negatif, seperti halnya dengan buku. Menurut Sultoni membeli buku yang tidak dibaca sama halnya dengan berperilaku hedonisme.

Dalam peluncuran majalah edisi ke-26 yang bertema “Hedonisme=?” di Aula Kampus IAIN (Institut Agama Islam Negeri), Sultoni memaparkan pengertian hedonisme. Menurutnya hedonisme adalah perilaku mencintai kenikmatan dunia. “Kita terlalu mengagung-agungkan apa yang ada di dunia. Contohnya seekor semut yang mati di tengah setetes madu. Nikmat tapi menjerat,” ujar Sultoni.

Pendapat ini diperkuat pula oleh narasumber lainnya, Robby Habiba Abror. Robby menerangkan bahwa perilaku hedonisme itu bisa terjadi di sekitar kita. Salah satunya seperti pembuatan skripsi. Menurut Dosen Filsafat UIN Yogyakarta itu, kampusnya telah mengurangi dampak hedonisme dengan menerapkan pengumpulan skripsi mahasiswa dalam bentuk Pdf atau CD.

Berita ini ditulis oleh Putri Yuniarti, wartawan LPM Lentera. Mahasiswa Jurnalistik-Fiskom UKSW.

Penyunting: Eka Putri Esterina Rasi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s