Salatiga

Menikmati ‘Pasar Malam’ di Hampra Fest

Suasana malam Hampra Fest di gedung Tennis Indoor, Salatiga, Minggu (2/30) (Foto: Gerry Junus).

Pengunjung silih berganti menghampiri lapak-lapak yang tersusun sedemikian rupa kreatif. Ada yang menggunakan instalasi seni, ornamen-ornamen khas anak muda, maupun ikon-ikon menarik lainnya. Lampu-lampu kecil berlilitan memenuhi bagian atas jajaran lapak-lapak tersebut. Senyum ramah dan ucapan lembut dari penjual menyambut pembeli. Suasana malam menjadi semarak dengan hadirnya band-band yang mengiringi acara tersebut. Alunan musik mengalir melewati mereka yang berada di gedung Tennis Indoor Kridanggo, Salatiga itu.

Pada malam puncak acara Hampra Fest itu, pengunjung tak henti-hentinya berdatangan. Festival yang diadakan dalam dua hari sejak Sabtu (4/2) hingga minggu (5/2) tersebut berlangsung dengan meriah. Sejak hari pertama, pengunjung sudah disuguhkan dengan berbagai atraksi yang seru dan menyenangkan. Pengunjung yang datang disambut dengan lantunan musik khas anak muda dan berbagai lapak yang menjual berbagai macam kebutuhan muda-mudi.

Hampra sendiri adalah nama lain dari prasati Plumpungan yang merupakan cikal bakal Kota Salatiga. Nama Hampra kemudian digunakan dalam acara ini untuk mempromosikan berbagai macam industri kreatif muda-mudi Salatiga. Dengan mengusung tema “Gypsi” pada tahun ini, penyelenggara bermaksud untuk menampilkan nuansa pasar malam khas kaum Gipsi.

Acara ini membagi peserta bazar dalam lima kategori yaitu art, music, fashion, lifestyle, dan food & beverage. Sasaran Hampra Fest ini adalah industri kreatif yang lebih banyak berjualan via media sosial. Adhi Utomo, Ketua Panitia Hampra Fest 2017 mengungkapkan bahwa kebanyakan dari peserta tidak memiliki toko secara fisik alias berjualan secara daring. Dari festival ini diharapkan agar produk-produk tersebut bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas dan sebagai ajang berkumpul sesama pelaku industri kreatif.

Mayoritas pengunjung adalah muda-mudi dari Salatiga dan sekitarnya (Foto: Gerry Junus).

Para pelaku industri kreatif muda Salatiga pun mengaku senang dengan acara ini. Selain dapat menjual produk mereka, kedekatan dengan konsumen merupakan tujuan mereka mengikuti Hampra Fest. Seperti yang dialami oleh Ordiningrum Ratih, penjual dari lapak sebuah brand clothing lokal Bold Supply Co. “Acara ini sungguh menyenangkan, bertemu orang-orang baru dan dapat menambah pengalamanku. Pengunjungnya ramah-ramah bila kita juga ramah terhadap mereka,” ucap Ratih sembari tersenyum.

Selain adanya bazar, musik juga merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh pengunjung. Meskipun acara panggung menjadi daya tarik tersendiri, namun penyelenggara berharap pengunjung lebih menikmati bazar. “Targetnya adalah orang datang kesini untuk mengunjungi bazar, sedangkan musik untuk pendamping. Dan kami puas karena pengunjung lebih menikmati bazar daripada acara panggung,” ucap Adhi.

Festival yang digelar kali kedua ini mendapat antusias yang lebih dari tahun lalu. Nama Hampra Fest juga semakin familiar di kalangan anak muda Salatiga dan sekitarnya. Diharapkan, tahun depan Hampra Fest dapat lebih meriah lagi dan bermanfaat bagi para pesertanya. Selain itu, produk-produk lokal Salatiga juga diharapkan dapat bersaing dengan produk nasional maupun produk impor.

Laporan ini ditulis oleh Gerry Junus, mahasiswa Ilmu Komunikasi Fiskom UKSW.

Penyunting: Andri Setiawan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s