Opini

Surat Terbuka Eliaser Wolla Wunga

Kepada Yth,

Ketua dan Sekretaris BPMU terpilih, PR3, dan Sivitas Akademika

Perkenalkan saya Eliaser Wolla Wunga, Mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2014. Beberapa hari yang lalu saya mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa Universitas, Universitas Kristen Satya Wacana periode 2017-2018. Selama mengikuti proses pemilihan, saya menemukan beberapa kejanggalan yang belum dijawab oleh Ketua Umum dan Sekum BPMU terpilih sampai saya membuat surat terbuka ini.

Bagian pertama saya tidak puas dengan hasil pemilihan yang dilakukan oleh BPMU karena  proses pemilihan yang dilakukan secara tertutup kepada tiga calon tanpa memberitahukan indikator yang menjadi tolak ukur penetapan Ketua Umum SMU. Hal ini menurut saya adalah proses meniadakan prinsip demokrasi yaitu transparansi. Dalam demokrasi representatif maupun universal transparansi adalah hal yang penting dalam menjaga kemurnian demokrasi. Saya mengungkapkan hal ini bukan karena saya kecewa atas ketidakterpilihan saya. Namun, saya kecewa dengan proses belajar yang saya lalui, yaitu belajar arti dmokrasi di Lembaga Kemahasiswaan UKSW. Menurut saya dalam proses pemilihan ketua-ketua haruslah mengedepankan transparansi baik dalam rapat tertutup maupun rapat terbuka. Rapat tertutup dimaknai sebagai pembatasan terhadap peserta persidangan tapi proses dan hasil persidangan tersebut haruslah diberitahukan ke mahasiswa dan bahkan calon itu sendiri. Dan inilah makna demokrasi.

Bagian kedua pada saat saya mencari tahu kebenaraan dari proses tersebut, sehingga saya bisa berkaca untuk mengevaluasi diri dan belajar dari kekurangan saya. Saya menemukan beberapa kejanggalan dari Ketum BPMU terpilih:

  1. Dijelaskan oleh Ketua BPMU terpilih dan Willi Sikawael (anggota BPMU) bahwa saat proses persidangan tertutup tidak sampai proses lobi dan voting hanya sampai pada musyawarah dan mufakat. Hal ini menarik bagi saya karena tiga bakal calon memiliki kompetensi yang seimbang, lalu pertimbangan apa yang membuat peserta persidangan bermufakat menunjuk salah satu calon. Disini parameter dan indikator untuk bermufakat tidak menjadi jelas, saya takutkan ada intervensi dari pihak luar terhadap LKU mengingat sebelum proses ini dilakukan beberapa waktu yang lalu UKSW melewati proses pemilihan rektor.
  2. Mendukung dugaan saya di atas ketua BPMU terpilih membalas WA saya dan mengatakan bahwa tidak ada transparansi karena Ketum BPMU sudah berdiskusi dengan PR3. Dan menurut Willi pada poin yang kedua apabila di bagikan ke khalayak umum maka kredibilitas LKU di pertaruhkan. Hal ini yang menjadi pertanyaan besar bagi saya. Bagaimana proses pemilihan dan ada kekuatan siapa di balik proses tersebut, sehingga demokrasi yang merupakan ciri dari Lembaga Kemahasiswaan sengaja ditutup-tutupi dengan “Pemufakatan Jahat”.
  3. Jika hal ini tidak boleh diketahui oleh pihak luar (sivitas akademika) mengapa ketua BPMU terpilih harus berkoordinasi dengan PR3, yang artinya PR3 bukan merupakan anggota persidangan tetap.
  4. Pada persidangan dipimpin oleh Ketum BPMU terpilih, padahal Ketum BPMU pada masa bakti 2016-2017 masih aktif dan belum demisioner, artinya legalitas Ketua BPMU terpilih dalam hal ini dipertanyakan karena belum dilantik dan belum mempunyai SK untuk memilih dan menetapkan bakal calon.

Bagian ketiga, surat terbuka ini bukan untuk menyudutkan atau menyalahkan orang lain tetapi sebagai bagian dari proses belajar diri saya terhadap kehidupan di kampus hijau UKSW. UKSW yang terkenal kritis-prinsipil, non-konfomis dan berpihak pada kebenaran mulai mengakarkan prinsip ketertutupan yang berpihak pada kepentingan sekelompok orang dan menunjukan kebenaran yang subjektif.

Demikianlah surat terbuka ini. Semoga dengan surat ini saya mendapat klarifikasi dari ketua BPMU terpilih maupun PR3 yang bercampur tangan dalam proses pemilihan pemimpin Senat Mahasiwsa Universitas.

“Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia: ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya” – Yehezkiel 18:22

Salatiga, 12 Juli 2017

Salam Hormat

Eliaser Wolla Wunga

Iklan

One thought on “Surat Terbuka Eliaser Wolla Wunga

  1. Ping-balik: Menggugat Kewenangan BPMU UKSW! – DIAM DALAM KESUNYIAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s