Seminar Nasional Peringatan 10 Tahun Aspikom

Picture1
Penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara di Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh ASPIKOM pada Rabu (4/10) (Foto. Ordiningrum Ratih)

Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) mengadakan serangkaian kegiatan untuk memperingati 10 tahun ASPIKOM. Salah satunya adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan pada Rabu (4/10) di Balairung Utama UKSW Salatiga dengan tema “Komunikasi dalam Membangun Kebersamaan dan Kemajemukan Bangsa”. Agenda lustrum ini merupakan yang kedua sejak ASPIKOM didirikan pada 2007. Acara ini diikuti oleh anggota ASPIKOM dari berbagai daerah, serta mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Public Relation UKSW.

Terdapat tiga pembicara dalam seminar kali, yaitu Marco M. Polo, sebagai Associate Professor Communication & Journalism Department College of Liberal Arts & Communication of De La Salle University-Dasmañas dari Filipina, Prof. Dr. Jamilah Ahmad dari School of Communication Universiti Sains Malaysia (USM), dan Dr. Dorien Kartikawangi dari School of Communication of Atma Jaya Indonesia Catholic University. Ketiga pembicara berbagi pengalaman mengenai situasi dan tantangan pendidikan ilmu komunikasi di negara masing – masing.  Meskipun berbeda negara, namun problematika yang dihadapi terkait dengan masalah global.

Marco menuturkan bahwa komunikasi dan media sebagai sarana edukasi memiliki tantangan di era global. Seperti kurangnya tenaga pendidik yang terlatih, penggunaan model komunikasi barat sebagai sumber pembelajaran, terjadi ketimpangan dalam teori dan praktik, serta kurangnya pengajaran kepada mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan industri media. Tantangan lain ialah dengan munculnya new media dan media sosial yang berdampak pada pola komunikasi manusia. “Ada beberapa masalah keamanan terhadap jurnalis, karena mereka memiliki risiko dalam menyebarkan berita,” ujar Marco. Menurutnya, permasalahan media di Indonesia memiliki kemiripan dengan Filipina. Salah satunya karena kesejahteraan para pelaku industri pada saat ini masih rendah.

Berita ini ditulis oleh Ordiningrum Ratih, wartawan magang LPM Lentera, dan Gerry Junus, wartawan LPM Lentera.

Penyunting: Laureena Jennifer

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s