Inilah Para Pencuri, Pencuri Kebebasan

Sabtu (3/3), berbagai komunitas dan individu dari Salatiga dan sekitarnya berkumpul di Lapangan Pancasila Salatiga untuk menyuarakan aspirasinya dalam kegiatan Women’s March. Women’s March adalah aksi yang bertujuan untuk menyuarakan hak-hak perempuan dan kaum gender terpinggirkan. Aksi dimulai dari alun-alun Pancasila menuju pertigaan Jalan Kartini, kemudian dilanjutkan ke Bundaran Salatiga dan kembali lagi ke titik berangkat. Selain melakukan long march, aksi ini diisi juga dengan orasi dan pembacaan puisi dari peserta aksi.

Isu utama yang mereka angkat adalah penentangan terhadap RKUHP pasal 48A Ayat (1) Huruf e draf RKUHP yang merupakan hasil rapat antara pemerintah dan DPR pada 10 Januari 2018, yang menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan maka dianggap tidak sah melakukan persetubuhan. Hal ini ditakutkan munculnya para polisi moral yang dapat melakukan persekusi terhadap pasangan non-nikah yang hidup serumah. RKUHP ini juga dapat berpotensi memenjarakan korban pemerkosaan dan akan sangat merugikan jika disahkan. Selain itu, poster dan spanduk lain terkait kebebasan gender dan seksualitas dengan berbagai isu juga muncul. Kami lampirkan salah satu puisi yang dideklamasikan salah seorang partisipan Women’s March.

Negara adalah pencuri
Pencuri kebebasanku
Akupun juga pencuri 
Aku mencuri kebebasanku!
Tangis dan teriakan tidak cukup untuk meredakan
Air mata telah habis 
Hati sudah teriris
Apa lagi? Apa lagi yang kau cari tuan? 
Hanya sisa hembusan nafas yang terengah-engah 
Kami menahan semua amarah 
Kami tidak takut! Kami mampu melawan 
Hai tuan yang mengaku paling suci 
Kami kartini masa kini tidaklah rapuh 
Walau hanya tersisa satu tetes darah 
Kami masih ingin mencuri kebebasan 
Hai tuan yang merasa paling adil dan benar 
Sudah puas dengan semua kekacauan ini? 
Kau yang memaksa kami menjadi pencuri 
Dan kau yang menghukum kami dengan cemeti!
Tunggu tuan, kami sedang menyusun strategi 
Tenanglah kau tidak akan mati
Karena bagimu kami adalah kaum lemah 
Tapi lebih dari itu! Kami sudah bergerak! 
Aku adalah pencuri 
Panjang umur pencuri!
Panjang umur pencuri!
Teks oleh Lulu Afidatul. Foto oleh Yonas.
Penyunting: Bima Satria Putra
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s