10 Detik Menjemput Kematian
Cerpen / Sastra

10 Detik Menjemput Kematian

Bima Satria Putra Seorang laki-laki tua, dengan bersemangat, masuk ke dalam bar lalu keras-keras menutup pintunya. Semua pengunjung bar menoleh, namun ia tampak tidak peduli sambil mengamati satu-satu pengunjung bar. Dari jauh ia melihat seorang perempuan cantik yang duduk sendiri di hadapan bartender, dengan bekas gincu merah mawar tebal di bibir segelas bir yang habis isinya. … Baca lebih lanjut

Sudut
Puisi

Sudut

Di sudut dalam kepercayaan dan pengakuan. Di tengah dalam keraguan dan keterasingan. Dalam perjalanan ke tempat luas yang asing. Aku masih nyaman dalam kotak kecil dan bau pesing. Bukan sebuah keinginan yang membuatku maju. Tapi khayalan dan mimpi yang akan menjadi debu. Debu yang menyimpan harapan hidup, Dari orang yang berdiam di sudut kotak kecil … Baca lebih lanjut

Rusa yang Berburu Singa
Puisi

Rusa yang Berburu Singa

Badannya ramping, langkahnya tegas. Sebuah bentuk kesempurnaan. Alam membentuknya demikian. Sayang bernasib malang, ia terpisah dari kawanan. Lapar di tengah luasnya rerumputan yang kuning, kering. Kesepian, mencoba berteduh dari panas. Ia menemukan si raja hutan. Perutnya panas, matanya merah, liur mengalir deras. Sadar akan kehadiran rusa, singa berdiri. Singkatnya mereka berlari. Singa terjatuh dan rusa … Baca lebih lanjut

Ngocok Tok Teng
Puisi

Ngocok Tok Teng

Pembunuhan massal, kau tahu Kau pikirkan Jutaan nyawa melayang, dibunuh tanpa peradilan, kau tahu Kau renungkan Korporasi menjadi-jadi, kau tahu Kau pikirkan Modal asing menggiur para menteri, kau tahu Kau renungkan Pikirkan Renungkan Pikirkan Renungkan Pikirkan Renungkan Ngocok tok! Sudah keluar, tak menjadi arti Muda mudamu dicekok bobrok, kau tahu Kau pikirkan Kau sudah siuman … Baca lebih lanjut