Tentang Kami

Awak redaksi Lentera pada 2014.

Awak redaksi Lentera pada 2014.

Struktur Organisasi Lentera periode 2016-2017

Pemimpin Umum Galih Agus Saputra

DIVISI REDAKSI
Pemimpin Redaksi Andri Setiawan
Jurnalis Alexio Alberto Cesar Nessi, Setyaji Rizki Utomo, Laureena Jennifer, Putri Yuniarti, Wiendy Sulistiowati, Eka Putri Esterina Rassi, Ruth Novita, Gerry Junus, Kismoro, Geraldi Taher, Missa Solemnis

DIVISI PUBLIKASI, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (PUBLITBANG)
Tim Artistik Agus Handoko, Bagus Muhammad, Rio Hanggar Dhipta
Staf Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Christian Adi Candra

DIVISI SEKRETARIAT DAN BISNIS (SEKBIS)
Bendahara Bima Satria Putra
Sekretaris Mei Yulinda Sinta Marito Manalu
Staf Sirkulasi dan Periklanan Yunika Arum

Lentera Tetap Menyala

Awalnya tidak ada Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang bertahan selama Lentera di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fiskom) UKSW. Lentera bukanlah LPM pertama di Fiskom. LPM terakhir, Gema Rakyat Fiskom (Grafis), dirintis oleh Esther Krisnawati, dosen Fiskom dan beberapa mahasiswa.

Selain KBM Jurnalistik, Fiskom juga memiliki Tim Akademia yang bekerja sama dengan Harian Joglosemar Solo, dimana mahasiswa berkesempatan menulis di rubrik Akademia per dua minggu. Dari tim Akademia-lah kemudian terpikirkan untuk menghidupkan kembali ide usang untuk memiliki KBM Jurnalistik di rumah sendiri, di Fiskom.

Jeliana Gabrella Seilatuw dan keempat kawan yang lain dari tim Akademia saat itu, Yogya Robby, Amelia Pattipeilohy, Radya Laksana, dan Franciska Desti yang kemudian membicarakan hal ini dengan Kaprodi Komunikasi, Dewi Kartika Sari, dan disambut gembira oleh beliau.

Bertepatan dengan regenerasi Lembaga Kemahasiswaan Fiskom dan pembukaan pengajuan proposal KBM, mereka maju untuk mempresentasikan ide ini. Dengan banyak perbaikan disana-sini, akhirnya KBM ini disahkan oleh Senat Mahasiswa Fiskom dan kami bisa merekrut anggota perdananya di Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) UKSW 2013.

Kalau ditanya siapa saja yang berperan dalam memberikan kontribusi untuk Lentera, daftarnya akan sangat panjang. Mengingat sebelum Lentera dipresentasikan, ada banyak sekali diskusi yang dilewatkan untuk mempersiapkan yang terbaik saat presentasi berlangsung.

Idealisme Lentera
Rumah yang kuat, bukan dilihat dari genteng yang tidak bocor, tapi fondasi yang teguh. Idealisme. Awalnya Lentera dibangun dengan filosofi yang dibawa oleh nama ‘Lentera’ itu sendiri, alat penerang. Lalu setelah hampir setahun berjalan, Lentera menemukan jati dirinya. Di masa yang moderen ini tidak ada lagi yang memakai lentera, orang-orang sudah memakai lampu neon bahkan LED. Ibarat menerangi ditempat ‘terang’. Tapi ada hal usang dari Lentera yang masih dipertahankan dalam kebaruan idealisme Habermas yang jadi fondasi hasil renovasi Lentera.

Wadah Diskursus Sivitas Fiskom UKSW, menjadi motto Lentera yang rindu menghadirkan ruang publik dengan prinsip bebas dan kritis ala Habermas. Nama lentera ini barangkali usang, tapi lampu tua ini adalah lambang kekritisan yang membawa kebebasan dari gelap. Bebas yang berarti setiap orang dipercaya untuk menyampaikan pendapatnya secara bertanggung jawab dari tekanan siapa pun. Namun juga kritis yang mana siap untuk turut andil menilai dan menimbang secara konstruktif dengan pola pikir yang logis dan rasional. Keduanya, bebas dan kritis haruslah satu membentuk identitas dan kekhasan dari ruang publik itu sendiri.

Dalam usahanya untuk mewujudkan idealisme tersebut, Lentera berkali-kali tersandung dan jatuh. Pada 2013, awak redaksi Lentera di sidang oleh Lembaga Kemahasiswaan Fiskom, lantaran menurunkan opini yang menolak mekanisme pemilihan Ketua Angkatan 2013. Pada 2015, Majalah Nomor 3/2015 disita dan pimpinannya diinterogasi oleh Polres Salatiga. Alasannya : karena majalah yang melaporkan pembantaian simpatisan PKI di sekitar Salatiga membuat resah masyarakat Kota Salatiga.

Lentera seharusnya berjabat tangan dengan kontroversi yang telah membawa Lentera sejauh ini. Karena kontroversi membuat Lentera makin peka, makin sadar, dan belajar lebih banyak, dan sudah tentu akan menjadi lebih baik. Karena afirmasi membawa kenyamanan, namun kontroversi membawa kepekaan. Pers yang baik adalah medium yang peka dan terbuka untuk perubahan yang lebih baik.

Lentera alias lampu minyak, yang orang lain lihat adalah pijaran apinya, tapi tugas sang pemilik lentera adalah menjaga api tetap menyala, dengan memastikan tabung minyaknya tetap penuh. Peka. Lentera harus terus menyala, dengan terus memastikan kepekaan kita akan menjaga minyak pengetahuan, rasionalitas, dan empati tetap penuh.

Berikut saudara-saudara kami, lintas LPM di UKSW :

Scientiarum

ascarya

3 thoughts on “Tentang Kami

  1. Dear Lentera,

    Perkenalkan nama saya M. H. Amrie. Saya bekerja di organisasi anak muda bernama Pamflet (https://www.facebook.com/pamflet.gen/). Kami bermaksud mengajak kerjasama Lentera dalam sebuah kegiatan bernama Write for Rights, sebuah kampanye yang diinisiasi oleh Amnesty International. Apakah boleh saya menanyakan alamat email yang bisa saya kirimkan kejelasan acara dan bentuk kerjasamanya?

    Regards.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s